<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bekerja Untuk Belajar</title>
	<atom:link href="http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ronisetiyawan.com</link>
	<description>ronisetiyawan.com</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Mar 2013 06:18:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Antara Tawakal, Ikhtiar dan Ikhlash</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=936</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=936#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2013 06:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Antara Tawakal]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhtiar dan Ikhlash]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=936</guid>
		<description><![CDATA[Postingan saya kali ini agak berbeda dengan tulisan sebelumnya Agak berat menulisnya mengingat artikel ini akan berisi tentang pengalaman spiritual atau perjalanan rohani yang pernah atau mungkin kita alami bersama Di usia 39 tahun ini kedewasaan dalam berpikir dan bertindak menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan kita sebagai manusia insani dan  mahkluk Allah SWT Dalam &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=936">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Postingan saya kali ini agak berbeda dengan tulisan sebelumnya</p>
<p>Agak berat menulisnya mengingat artikel ini akan berisi tentang pengalaman spiritual atau perjalanan rohani yang pernah atau mungkin kita alami bersama</p>
<p>Di usia 39 tahun ini kedewasaan dalam berpikir dan bertindak menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan kita sebagai manusia insani dan  mahkluk Allah SWT</p>
<p>Dalam menjalani hidup tentu banyak sekali tantangan, godaan atau ujian agar iman dan takwa kita selalu meningkat di hadapan Allah SWT</p>
<p>Dalam menjalani ujian tersebut seringkali dihadapkan pada hal hal yg langsung atau tidak langsung bersinggungan dengan manusia lain, dalam berinteraksi tersebut mungkin tanpa disengaja kita akan menyakiti perasaan orang lain</p>
<div id="attachment_940" class="wp-caption alignnone" style="width: 286px"><a href="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2013/03/doa.jpg"><img class="size-full wp-image-940" alt="Doa dan Berserah Diri" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2013/03/doa.jpg" width="276" height="183" /></a><p class="wp-caption-text">Doa dan Berserah Diri</p></div>
<p>Duni diciptakan oleh Sang Maha Pencipta dengan segala seni dan seluk beluknya, ada manusia berhati mulia namun tidak sedikit insan manusia yang mempunyai sikap yang kurang terpuji</p>
<p>Hidup di Jakarta tentulah tidak mudah banyak sekali kepentingan yang bermain, egoisme kita dalam mencapai tujuan (karir) terkadang akan menghalalkan segala cara agar tercapai apa yg diiginkan</p>
<div id="attachment_939" class="wp-caption alignnone" style="width: 429px"><a href="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2013/03/ikhlas.jpg"><img class="size-full wp-image-939" alt="ikhlas" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2013/03/ikhlas.jpg" width="419" height="316" /></a><p class="wp-caption-text">Tawakal dan Ihklash</p></div>
<p>Sebaiknya kita sebagai manusia senantiasa berhati hati dalam bersikap, apabila kita telah menyakiti orang lain maka hendaknya kita segera meminta maaf, karena apabila orang yg kita sakiti tidak ridlo maka nanti di akhirat akan berat pertanggung jawabannya, apabila setelah di hisab kita tinggal sejengkal masuk pintu surga apabila ada salah seorang yg tanpa sengaja kita sakiti dan dia tidak ridlo maka bisa jadi kita tidak bisa masuk syurga Allah SWT</p>
<p>Jadi apabila kita telah sengaja atau tanpa sengaja menyakiti orang lain (misal mem-fitnah, menjauhkan seseorang dari anak-istrinya, memisahkan tali silaturahmi dll) maka segeralah mohon maaf, karena azab Allah SWT sangatlah pedih, dan Sang Maha Pencipta akan selalu mencatat semua perbuatan kita di dunia ini, tangan dan kaki kita akan berbicara sementara mullut kita akan terbungkam</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=936</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Beda Pedagang Dengan Pengusaha</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=932</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=932#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Mar 2013 12:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=932</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tulisan saya terdahulu lebih banyak membahas perbadaan antara dunia karyawan dengan dunia enterpreneur / pengusaha Tidak ada yg salah dalam memilih atau menentukan salah satu piihan, menjadi karyawan tentu juga sangat bermakna apabila kita melakukan pekerjaan kita sehari hari bisa dipertangguungjawabkan kepada atasan ataupun perusahaan, menjadi pedagang / pengusaha juga pilihan yg mulia, krn &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=932">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tulisan saya terdahulu lebih banyak membahas perbadaan antara dunia karyawan dengan dunia enterpreneur / pengusaha</p>
<p>Tidak ada yg salah dalam memilih atau menentukan salah satu piihan, menjadi karyawan tentu juga sangat bermakna apabila kita melakukan pekerjaan kita sehari hari bisa dipertangguungjawabkan kepada atasan ataupun perusahaan, menjadi pedagang / pengusaha juga pilihan yg mulia, krn dengan menjadi pedagang kita bisa bermanfaat bagi orang lain atau bisa sebagai pintu rizki bagi orang di sekitar kita (karyawan kita, mitra, supplier atau reseller)</p>
<div id="attachment_933" class="wp-caption alignnone" style="width: 269px"><a href="http://ronisetiyawan.com/?attachment_id=933" rel="attachment wp-att-933"><img class="size-full wp-image-933" alt="pedagang kayu" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2013/03/pedagang-kayu.jpg" width="259" height="194" /></a><p class="wp-caption-text">pedagang kayu</p></div>
<p>Akhir akhir ini saya banyak merenung sebenarnya apa sih perbedaan mendasar antara Pedagang atau pengusaha?&#8230;apakah sama atau memang berbeda &#8230;.?</p>
<p>Beberapa hari ini saya sedikit menemukan titik terang manakala saya bermain dan bernegosiasi dengan beberapa pemilik / produsen baju anak branded. Dalam sebuah diskusi saya menemukan banyak keterkaitan yg selama ini tidak pernah saya pikirkan.</p>
<p>Selama ini saya banyak membantu istri dalam berdagang online baju anak branded, namun selama hampir 4 tahun saya belum bisa memastikan end to end proses bisnis dalam berjualan.</p>
<p>Jadi apabila ada barang maka istri bisa berjualan secara grosir-an, namun bagaiman apabila tidak ada barang yg dijual &#8230;.?</p>
<p>Timbul pertanyaan besar&#8230;.</p>
<p>Jika kita berpikir bahwa kita sebagai pedagang maka kita tidak perlu memikirkan bagaimana supply chain barang tsb terjadi, atau gampangnya&#8230;ada barang ya jualan&#8230;.ga ada barang ya sudah&#8230;</p>
<p>Namun beda apabila mindset kita sebagai pengusaha&#8230;.kita harus menjamin pasokan barang itu tersedia&#8230;.karena kita harus membangun sebuah &#8220;sistem usaha&#8221; artinya kita juga harus berpikir makro</p>
<p>&#8220;bagaimana jika barang  berhenti berproduksi&#8221;</p>
<p>&#8220;bagaimana pasokan barang&#8221;</p>
<p>&#8220;bagaimana pembayaran gaji karyawan apabila pasokan berhenti&#8221;</p>
<p>&#8220;bagaimana jaminan kita kepada mitra atau supplier jika tidak ada barang&#8221;</p>
<p>dll dll&#8230;.</p>
<p>Saya pun kemudian berpikir bahwa harus ada jaminan dari produsen / pabrik / pemegang merk agar usaha istri bisa berjalan dengan sistematis&#8230;artinya harus ada kesinambungan end to end proses bisnis dari hulu ke hilir&#8230;</p>
<p>Jaminan itu bisa dari sisi membina relationship dengan produsen baju anak / pabrik, namun bisa juga ada ikatan kontrak antara keduanya&#8230;.</p>
<p>Jadi kesimpulannya untuk menjadi pengusaha kita harus berpikir lebih &#8220;luas&#8221; ketimbang menjadi pedagang, harus ada upaya yg sistematis untuk menjamin kelangsungan usaha kita, karena yg kita harapkan usaha kita bisa berkesinambungan tidak hany 1 atau 2 tahun saja, namun kita harapkan bisa berlangsung puluhan tahun&#8230;.syukur2 bisa kita wariskan pada anak kita kelak&#8230;.amin</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Salam dari Depok</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=932</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman dan Perbaikan Listrik Pra Bayar PLN</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=926</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=926#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2013 15:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman prabayar PLN]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan periksa PLN]]></category>
		<category><![CDATA[sistem prabayar PLN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini terasa lega sekali dan terkadang pingin tertawa sendiri, yah&#8230;.masalah kecil yang timbul karena ketidak tahu an saya perihal perbaikan listrik sistem pra bayar PLN Pengalaman saya bisa saya ceritakan sbb Selasa tgl 8 Januari kemaren status KWH meter pra bayar rumah saya ada tulisan ”PERIKSA” di monitor display nya. Timbul pertanyaan apakah listrik &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=926">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini terasa lega sekali dan terkadang pingin tertawa sendiri, yah&#8230;.masalah kecil yang timbul karena ketidak tahu an saya perihal perbaikan listrik sistem pra bayar PLN</p>
<p>Pengalaman saya bisa saya ceritakan sbb</p>
<p>Selasa tgl 8 Januari kemaren status KWH meter pra bayar rumah saya ada tulisan <b><i>”PERIKSA”</i></b> di monitor display nya. Timbul pertanyaan apakah listrik saldo saya sdh mulai habis shg ada alarm kuning dan tulisan ”Periksa”.</p>
<p>Buru buru saya ke ATM Mandiri untuk membeli token takut kehabisan KWH meter, terakhir saya lihat posisi 24 KWH, setelah dapat token dari struk ATM 20 digit langsung saya masukkan token tsb dgn hapan saldo KWH bertambah dan tulisan / alarm kuning padam (ke kondisi normal), namun harapan saya salah krn begitu saya masukkan 20 digit muncul error (Salah), saya ulangi lagi input 20 digit token kemudian terjadi error lagi.</p>
<p>Takut terjadi sesuatu saya pun call 123 dari no Flexi saya&#8230;..dan dari petugas call center PLN dijanjikan ada petugas yg akan datang.</p>
<div id="attachment_928" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ronisetiyawan.com/?attachment_id=928" rel="attachment wp-att-928"><img class="size-medium wp-image-928" alt="Prabayar PLN" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2013/01/perbedaan-listrik-prabayar-pascabayar-300x298.jpg" width="300" height="298" /></a><p class="wp-caption-text">Prabayar PLN</p></div>
<p>Tunggu ditunggu hari Rabu siang&#8230;.gak ada deh petugas PLN yang nongol, akhirnya sore harinya call lagi ke 123 dan dijanjikan ada petugas PLN datang</p>
<p>Hari Kamis siang ditunggu ditunggu ga juga nongol tuh petugas nya, sore harinya call lagi dan sama seperti sebelumnya dijanjikan ada petugas datang&#8230;.(weleh 2 dah mulai capek nih), selain itu khan takut kalo ternyata KWH meter abis, maka rumah akan mati total, dan waktu saya tanya apakah bisa listrik pra bayar diganti pasca bayar PLN, dijawab petugas call center PLN infonya ga bisa&#8230;..waduh tambah <b><i>Be Te nich&#8230;.. </i></b><b><i>L</i></b></p>
<p>Jumat sore itu petugas gak nongol2 juga&#8230;akhirnya call lagi ke 4 kalinya ke call center 123, dijawab nanti akan ada petugas datang&#8230;waduh 4 kali jawaban yg sama,&#8230;.dan saya desak kapan petugas datang karena sudah 4 hari belum ada, malah agen call center bilang</p>
<p><i> ”maaf pak bapak nelpon ke PLN area Jakarta&#8230;..harusnya bapak nelpon ke area Bandung, karena depok ada di bawah area Bandung”</i></p>
<p>Walah walah&#8230;.ni gimana sich&#8230;.sdh 4 hari dan 4 kali telpon baru dikasih tahu harus call ke Bandung, truss itu agen nya bilang <i>”harusnya bapak call ke 022 123”</i></p>
<p>Antara kecewa dan entahlah&#8230;speechless alias ga bisa ngomong</p>
<p>Akhirnya saya pun call ke 022123, kepada petugas saya ceritakan kronologis nya sejak 4 hari yll, akhirnya oleh agen call center dikasih info<i> ”nanti akan kami kirim sms 20 digit pak Roni, jadi KWH meter bapak harus di reset dengan memasukan 20 digit tsb, pada saat memasukkan digit kondisi KWH meter harus dalam posisi mati, setelah memasukkan 20 digit kemudian tekan enter, maka tulisan ”PERIKSA” dan alarm kuning akan hilang, setelah itu masukkan 20 token pembelian dari struk ATM dan tekan ENTER, setelah semua selesai bapak bisa hidupkan lagi (Switch ON) KWH meter tsb.</i></p>
<p>Setelah menutup pembicaraan saya coba tunggu sebentar berharap ada sms muncul, setelah 10 menit menunggu akhirnya muncul SMS dari PLN</p>
<p>Setelah mendapat 20 digit untuk reser KWH meter, maka langkah lankah seperti yang agen call center 123 PLN area Bandung, dan &#8230;..alhamdulillah lancar&#8230;.error dan display KWH meter menjadi normal, saya pun juga bisa memasukkan token untuk menambagh saldo KWH meter pra bayar PLN.</p>
<p>Dari pengalaman tsb di atas dapat diambil kesimpulan sbb</p>
<ol start="1">
<li>Seharusnya petugas agen call center PLN mempunyai kompetensi yang cukup, shg apabila ada masalah display ”Periksa” maka lakukan penjelasan informasi bhw akan ada sms 20 digit yg harus dimasukkan untuk me reset KWH meter</li>
<li>Ternyata call center PLN blm tersentralisasi jadi masih ada call center di luar Jakarta, buat pembaca di area Depok atau Bogor atau kota di Jawa Barat sebaiknya call ke 022123, biar ga sakit hatinya seperti pengalaman saya, bayangkan sudah 4 hari dan 4 kali call, si petugas nge-les bhw kita harus call ke PLN Bandung</li>
</ol>
<div id="attachment_927" class="wp-caption alignnone" style="width: 198px"><a href="http://ronisetiyawan.com/?attachment_id=927" rel="attachment wp-att-927"><img class="size-medium wp-image-927" alt="KWH Meter Pra Bayar PLN" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2013/01/meteran-baru-listrik-189x300.jpg" width="188" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">KWH Meter Pra Bayar PLN</p></div>
<p>Sebenarnya sih pada waktu itu saya sudah coba browse ke google, siapa tahu sudah pernah ada masalah seperti saya, shg saya bisa melakukan self problem solving, namun sudah beberapa kali saya cari di google dengan keyword ”pengalaman listrik pra bayar PLN” atau ”cara menghilangkan periksa di Pra bayar PLN” kok ga ada yg nemu, ada juga sih yg nulis di internet katanya sih alarm muncul karena masalah grounding, dan saran penulis di blog tsb kita harus nunggu petugas PLN datang dgn alsan KWH meter adalah kewenangan PLN, akhirnya dari info tsb saya hanya bisa menunggu petugas PLN datang.</p>
<p>Ternyata masalahnya tidak begitu sulit, namanya alat elektronik (KWH meter) suatu saat akan terjadi ”hang” karena lama pemakaian atau karena faktor tegangan yg tdk stabil atau juga karena faktor cuaca shg memang harus di reset</p>
<p>Dari pengalaman tsb di atas saya coba tulis melalui blog ini dengan harapan siapapun pembaca di seluruh  Indonesia yg mengalami masalah seperti saya bisa cepat tersolusikan shg seharusnya maslah tsb bisa diselesaikan dalam waktu 15 menit saja dantidak harus menunggu 4 hari, coba bayangkan kalo ternyata sisa saldo KWHmeter kita habis, bisa dibayangkan listrik di rumah akan mati, kita ga bisa mandi (pompa listrik mati), semua lampu akan mati, ga bisa seterika pakaian, ga bisa nonton TV bla bla bla&#8230;&#8230;kasian khan anak anak&#8230;.</p>
<p>Seperti tulisan saya sebelumnya di bulan pebruari 2011 ketika heli remote anak saya rusak, truss googling dan ga nemu tempat service heli remote, akhirnya masalah tsb bisa diselesaikan di salah satu tempat service, kemudian saya tulis di blog&#8230;.dengan harapan jika ada seorang ayah yg mengalami hal yg sama seperti saya bisa dapat tersolusikan, atau cerita detilnya dibaca klik <a title="Service heli remote" href="https://ronisetiyawan.wordpress.com/2011/02/22/tempat-service-remote-controle-helicopter-rc-rc-mainan-anak-pasar-gembrong-prumpung/">service heli remote</a></p>
<p>Jadi teringat kalimat bijak untuk ”saling berbagi”, jadi berbagi disini tidak harus uang atau rupiah, atau juga tidak harus ilmu yang tinggi, namun berbagi juga bisa dilakukan dengan share hal hal prakts sehari hari dengan menulis dalam blog, siapa tahu tulisan kita  bermanfaat buat sesama manusia, insya allah dengan niat yang ikhlas ilmu yg kecil tsb akan menjadi barokah buat kita semua</p>
<p>”Salam berbagi dengan menulis di blog”</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Salam dari Depok</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=926</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Web Analytics: Increasing Your Web</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=921</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=921#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2013 02:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Merketing]]></category>
		<category><![CDATA[marketing digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=921</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam saya mendapat undangan seminar via email dari Frontier, yang membuat saya agak kaget adalah &#8220;lagi lagi&#8221; seminar tsb membahas perihal internet marketing atau lebih tepatnya bertema : Web Analytics: Increasing Your Web Dalam suatu pelatihan, saya pernah diskusi dan mengobrol dengan CEO Frontier Bp Handi Irawan, saat itu diskusi mengalir apa adanya masalah &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=921">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi malam saya mendapat undangan seminar via email dari Frontier, yang membuat saya agak kaget adalah &#8220;lagi lagi&#8221; seminar tsb membahas perihal internet marketing atau lebih tepatnya bertema : <a href="http://frontier.emlnk.com/lt.php?c=78&amp;m=167&amp;nl=38&amp;s=542cec509fdaf2cae9b36ec4f29b512a&amp;lid=688&amp;l=-http--www.frontier.co.id/events/seminar-fmc"><strong>Web Analytics: Increasing Your Web</strong></a></p>
<p>Dalam suatu pelatihan, saya pernah diskusi dan mengobrol dengan CEO Frontier Bp Handi Irawan, saat itu diskusi mengalir apa adanya masalah internet marketing, dan dalam obrolan tsb pola pikir Pak Handi &#8220;seirama&#8221; atau sama frekuensi nya dengan apa yang selama ini saya pikirkan.</p>
<p>Dan ketika saya mendapat email undangan seminar frontier perihal pengelolaan website semalam&#8230;.he he saya hanya tersenyum senyum sendirian&#8230;.setelah diskusi dgn Pak Handi 8 bulan yll di Bandung ternyata sampai sekarang frekuensi dan pola pikir  nya masih &#8220;nyambung&#8221;</p>
<p>Menurut saya ada beberapa hal kenapa frontier melakukan seminar tsb yaitu:</p>
<ol>
<li>Marketing Digital dam bentuk web merupakan topik bahasan yang lagi banyak dibicarakan, pergeseran distibusi analog ke marketing digital adalah suatu fenomena yang harus dihadapi dan harus disikapi oleh pimpinan perusahaan</li>
<li>Sebagai praktisi di bidang telekomunikasi, dimana sehari hari saya sering diskusi / sharing dengan engineer, saya meyakini bahwa trend teknolgi Intenet Protocol (IP) dan bergantinya Comunication Eguipment (gadget) yg dipakai user akan merubah gaya dan perilaku masyarakat digital Indonesia masa depan</li>
</ol>
<p>Mungkin saya perlu menekankan bahwa saya bukan bagian afiliasi dari marketiing frontier yg mengharapkan lembaran rupiah apabila ada peserta datang yg saya rekomendasikan, tulisan ini murni hanya bertujuan bahwa pandangan saya terhadap era marketing digital ternyata sepaham dengan salah satu lembaga survey / marketing ternama di Indonesia</p>
<p>Berikut undangan seminar dari Frontier</p>
<p>Salam Hangat</p>
<table width="277" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td align="center"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td align="center">
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td align="left" valign="top" bgcolor="#ffffff">
<div align="justify">
<p>Kepada Yth, Bp Roni Setiyawan, ST</p>
<p>Frontier Marketing Club mengadakan seminar dengan topik <a href="http://frontier.emlnk.com/lt.php?c=78&amp;m=167&amp;nl=38&amp;s=542cec509fdaf2cae9b36ec4f29b512a&amp;lid=688&amp;l=-http--www.frontier.co.id/events/seminar-fmc"><strong>Web Analytics: Increasing Your Web Effectiveness</strong></a>, pada</p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td width="100">Hari/Tanggal</td>
<td>:</td>
<td>Rabu, 23 Januari 2013</td>
</tr>
<tr>
<td>Pukul</td>
<td>:</td>
<td>18.00 sd 21.00 WIB</td>
</tr>
<tr>
<td>Tempat</td>
<td>:</td>
<td>Financial Club, Graha CIMB Niaga, Jl Sudirman, Jakarta</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Dalam seminar ini, akan dibahas :</span></strong></p>
<ul>
<li>Mengenal berbagai web analytics, kelemahan dan kelebihannya</li>
<li>Identifikasi profil visitor website dengan tools yang lebih efektif agar tidak mis-match antara visitor dan target market.</li>
<li>Mengembangkan strategi untuk menciptakan website yang efektif dengan target pasar yang diinginkan</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Pembicara:</span></strong></p>
<ul>
<li><strong>Handi Irawan D</strong><br />
CEO Frontier Consulting Group</li>
<li><strong>Dinesh Arasaratnam</strong><br />
Regional Managing Director South East Asia &#8211; Effective Measure</li>
</ul>
<table width="134" border="0">
<tbody>
<tr>
<td width="100"></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Hormat kami,</div>
<div><strong>Frontier Marketing Club</strong></div>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" valign="top" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://frontier.emlnk.com/lt.php?c=78&amp;m=167&amp;nl=38&amp;s=542cec509fdaf2cae9b36ec4f29b512a&amp;lid=693&amp;l=-http--frontier-mr.com/newsletter/fmc/seminar_fmc_23_januari2013.jpg" target="_blank" shape="rect"><img title="Web Analytics: Increasing Your Web Effectiveness" alt="Web Analytics: Increasing Your Web Effectiveness" src="http://frontier-mr.com/newsletter/fmc/seminar_fmc_23_januari2013_email.jpg" width="600" height="auto" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=921</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkebun Durian</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=904</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=904#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2012 04:31:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun durian]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[Liburan akhir tahun baru ini alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan orang tua di kampung (salatiga) sebuah kota yang sejuk dan dingin. Berangkat dari depok hari minggu tgl 23 desember 2013 sengaja berangkat hari minggu dengan harapan jalan pantura bisa sepi, karena prediksi saya mungkin orang kebanyakan berangkat ke arah jateng atau jatim di hari sabtu-nya shg &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=904">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan akhir tahun baru ini alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan orang tua di kampung (salatiga) sebuah kota yang sejuk dan dingin.</p>
<p>Berangkat dari depok hari minggu tgl 23 desember 2013 sengaja berangkat hari minggu dengan harapan jalan pantura bisa sepi, karena prediksi saya mungkin orang kebanyakan berangkat ke arah jateng atau jatim di hari sabtu-nya shg pas hari minggu sudah sepi&#8230;.</p>
<p>Namun itulah kehendak manusia dengan segala keterbatasan&#8230;.</p>
<p>Berangkat jam 05.00 subuh di hari minggu bukannya sepi malahan terjadi kemacetan dimana, mulai masuk gerbang tol cikarang pusat, keluar tol cikampek (macet 1 km), simpang jomin, indramayu, masuk tol cirebon, di pekalongan, di gringsing batang dll&#8230;.hingga akhirnya nyampe di semarang jam 21,30 atau hampir 15 jam</p>
<p>Tapi ya memang ibadah (silaturahmi dgn orang tua) adalah keharusan bagi kita sebagai anak untuk selalu membudayakan pulang kampung agar orang tua (kandung + mertua) bahagia, apalagi bisa mempertemukan anak kita yg notabene cucu bagi orang tua kita&#8230;&#8230;.rasa capek dan penat seharian alhamdulillah bisa hilang melihat orang terdekat kita bahagia</p>
<p>Satu hal yang ingin saya tulis dalam artikel ini adalah hasil berkebun saya sekitar 6 tahun yll, waktu itu saya menanam bibit durian bangkok yg saya beli dari bibit unggul sebuah balai penelitian, dalam bayangan saya agar saya bisa melihat tanaman durian yg berbuah lebat namun pohonnya tidak terlalu tinggi.</p>
<p>Dan alhamdulillah pohon durian tsb sudah mulai berbuah dan buahnya ada yg hanya bergelantung hanya 20 cm dari tanah, berikut gambar gambarnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_909" class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><a href="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/12/kebun-durian1.jpg"><img class="size-full wp-image-909" title="Kebun Durian 1" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/12/kebun-durian1.jpg" alt="Kebun Durian 1" width="800" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Kebun Durian 1</p></div>
<div id="attachment_910" class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><a href="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/12/kebun-durian2.jpg"><img class="size-full wp-image-910" title="Kebun Durian 2" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/12/kebun-durian2.jpg" alt="Kebun Durian 2" width="800" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Kebun Durian 2</p></div>
<div id="attachment_911" class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><a href="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/12/kebun-durian.jpg"><img class="size-full wp-image-911" title="Kebun Durian 3" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/12/kebun-durian.jpg" alt="Kebun Durian 3" width="800" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Kebun Durian 3</p></div>
<div id="attachment_912" class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><a href="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/12/kebun-durian4.jpg"><img class="size-full wp-image-912" title="Kebun Durian 4" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/12/kebun-durian4.jpg" alt="Kebun Durian 4" width="800" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Kebun Durian 4</p></div>
<p>Dalam berkebun durian ada beberapa hal yg perlu diperhatikan</p>
<ol>
<li>Pemilihan bibit menjadi faktor yg paling dominan, pilihlan bibit dengan membeli di balai pertanian yg terpercaya, banyak penjual bibit yang engatakan bahwa bakal pohon adalah bibit unggul namun kenyataannya hanya merupakan bibit dari biji yg ditanam seadanya</li>
<li>Pemupukan yang teratur terutama di musim penghujan, usahakan tidak hanya menggunakan pupuku urea tapi pergunakan pupuku NPK</li>
<li>Pohon agar bisa berbuah pastikan memperoleh sinar matahari yang cukup</li>
</ol>
<p>Alhamdulillah pohon di atas bisa  tumbuh dan berbuah dalam tempo 5-7 tahun</p>
<p>Dari proses tsb di atas dapat diambil kesimpulan bahwa segal seuatu hal dalam dunia ini membutuhkan proses yg tidak bisa instan, butuh kesabaran &#8211; keuletan dan kerja keras untuk memperoleh hasil yang maksimal</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=904</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Statistik Pengunjung Blog Ini</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=900</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=900#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2012 03:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu ini jarang mengurusi personal blog ini, salah satu penyebabnya dalah larut dalam rutinitas dan pekerjaan sehari hari, bahkan ada 5  orang yang kasih komentar 4 hari yg lalu di http://ronisetiyawan.wordpress.com baru saya approve hari ini. Awalnya saya tdak ada niatan menulis karena bingun mau nulis apa&#8230;.tapi setelah saya klik statistik pengunjung di 2 &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=900">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu ini jarang mengurusi personal blog ini, salah satu penyebabnya dalah larut dalam rutinitas dan pekerjaan sehari hari, bahkan ada 5  orang yang kasih komentar 4 hari yg lalu di http://ronisetiyawan.wordpress.com baru saya approve hari ini.</p>
<p>Awalnya saya tdak ada niatan menulis karena bingun mau nulis apa&#8230;.tapi setelah saya klik statistik pengunjung di 2 personal blog saya yaitu http://ronisetiyawan.com dan http://ronisetiyawan.wordpress.com nampak bahwa jumlah pengunjung yang datang dari Amerika / Jepang / Canada dominant menyukai atau membaca tulisa saya perihal &#8220;kasih sayang orangtua kepada anaknya&#8221; atau tema tentang &#8220;mudik&#8221;</p>
<p>Sebagai informasi apabila kita adalah admin dalam suatu blog maka kita bisa melihat di menu statistik jumlah pengunjung per  hari, datang dari negara mana, dan apa yang dibaca atau di cari (di klik), sehingga dari data statistik tsb kita bisa memperolah informasi tentang pendapat atau minat yang dicara browser yg ada dalam blog kita</p>
<div id="attachment_901" class="wp-caption alignnone" style="width: 259px"><a href="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/11/kasoh-ortu.jpg"><img class="size-full wp-image-901" title="kasoh ortu" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/11/kasoh-ortu.jpg" alt="Kasih Sayang Orang Tua" width="249" height="202" /></a><p class="wp-caption-text">Kasih Sayang Orang Tua</p></div>
<p>Setelah saya lihat info tersebut saya rasakan sedikit unik karena asumsi saya beberapa tulisan saya paling dibaca oleh masyarakat di INdonesia saja, namun ternyata para pembaca dari luar negeri sangat tertarik dengan tulisan saya perihal kasih sayang ortu kepada anak atau sebaliknya</p>
<p>Saya bisa asumsikan pembaca tersebut adalah para mahasiswa atau profesional dari Indonesia yang sedang menuntut ilmu atau bekerja di negeri orang, sehingga akses yang paling mudah untuk mendapatkan informasi perihal silaturahmi dengan orang tua adalah dengan internet.</p>
<p>Mengapa saya berasumsi demikian, karena blog ini dalam bahasa Indonesia sehingga kecil kemungkinan yang membaca adalah orang amerika atau orang jepang / canada.</p>
<p>Jadi buat pembaca yang saat ini karena suatu hal harus berada  jauh dari orang tua atau sanak famili, bersyukurlah bahwa teman teman punya kesempatan utnuk menuntut ilmu di negara negara maju sehingga kelak ilmu tsb bisa diterapkan untuk memajukan bangsa Indonesia.</p>
<p>Atau buat para profesional, selamat ya walaupun jauh dari orang tua tapi saudara punya keahlian yang tinggi sehingga dibutuhkan di  negara adidaya atau negera sakura yg terkenal dengan ilmu dan teknologi maju, karena tidak banyak warga Indonesia yang bisa bekerja profesional di negeri orang apalagi di Amerika</p>
<div id="attachment_902" class="wp-caption alignnone" style="width: 204px"><a href="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/11/liberty.jpg"><img class="size-full wp-image-902" title="liberty" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/11/liberty.jpg" alt="Patung Liberty" width="194" height="259" /></a><p class="wp-caption-text">Patung Liberty</p></div>
<p>Namun memang <strong><em>&#8220;sejauh jauh burung terbang akhirnya hinggap juga&#8221;</em></strong> jadi walapun teman semua juh dari negara tercinta Indonesia namun pada akhirnya akan kembali ke pangkuan dan kasih sayang orang tua kita juga, karena kasih sayang ayah dan ibu kita akan selalu menyertai kita dimanapun kita berada&#8230;.</p>
<p><strong>&#8220;ayah&#8230;.Ibu&#8230;..Aku Sangat Menyayangimu&#8221;</strong></p>
<p>Salam Dari Depok</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=900</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Tua</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=891</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=891#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2012 04:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa lama sekali gak nulis di blog ini, mungkin karena rutinitas sehari hari shg jarang update di personal blog ini&#8230; Besuk ada libur panjang &#8230;pengin sekali pulang ke kampung, bertemu dengan ibu di sana, namun sayang Rafi dan Rizki harus masuk sekolah hari Jumat tgl 16 novemver 2012 Terkadang hanya lewat telepon bersilaturahmi dengan &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=891">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa lama sekali gak nulis di blog ini, mungkin karena rutinitas sehari hari shg jarang update di personal blog ini&#8230;</p>
<p>Besuk ada libur panjang &#8230;pengin sekali pulang ke kampung, bertemu dengan ibu di sana, namun sayang Rafi dan Rizki harus masuk sekolah hari Jumat tgl 16 novemver 2012</p>
<p>Terkadang hanya lewat telepon bersilaturahmi dengan ibu di salatiga&#8230;.</p>
<p>ya nanya kabar</p>
<p><strong><em>&#8220;bu sehat sehat saja khan&#8230;..&#8221;</em></strong> atau <em><strong>&#8220;ibu lagi ngapain&#8221;</strong></em></p>
<p>Ibu adalah orang paling berarti dalam hidup kita, terutama doa dan nasihatnya&#8230;..jadi mari jangan lupa kan orang tua kita terutama ibu</p>
<p>Buat temen temen yang sudah lama gak bersilaturahmi dengan orang tua di kampung ada baiknya disempatkan waktu barang 5 atau 10 menit untuk sekedar telepon menanyakan kabar, siapa tahu ayah atau ibu kita sedang sangat rindu kehadiran kita di sana, karena tanpa mereka kita tidak bisa seperti saat ini.</p>
<p>Semoga dengan doa dan keihklasan mereka kita bisa mendapat barokah dan  hidayah Allah SWT, sehingga kita bisa sukses di pekerjaan, bisnis atau dalam rumah tangga</p>
<p>Amin</p>
<p>Salam dari Depok</p>
<div id="attachment_896" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/11/kartun-orang-tua.jpg"><img class="size-medium wp-image-896" title="kasih sayang orang tua" src="http://ronisetiyawan.com/wp-content/uploads/2012/11/kartun-orang-tua-300x258.jpg" alt="kasih sayang orang tua" width="300" height="258" /></a><p class="wp-caption-text">kasih sayang orang tua</p></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=891</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=885</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=885#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2012 14:19:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi diri]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya membaca artikel dari mailist teman teman, begitu menginspirasi buat saya sehingga saya perlu melakukan posting di blog ini, inti cerita nya adalah lambatnya pelaku bisnis dalam mengatisipasi perubahan akan berakibat fatal untuk kelangsungan suatu perusahaan atau bisa jadi UKM, saya cantumkan sumbernya agar teman2 tahu dari mana tulisan ini berasal Samurai Hari-hari &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=885">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya membaca artikel dari mailist teman teman, begitu menginspirasi buat saya sehingga saya perlu melakukan posting di blog ini, inti cerita nya adalah lambatnya <a title="tas anak" href="http://tasanakmurah.com" target="_blank">pelaku bisnis</a> dalam mengatisipasi perubahan akan berakibat fatal untuk kelangsungan suatu perusahaan atau bisa jadi <a title="grosir baju anak branded" href="http://rafikids.net" target="_blank">UKM</a>, saya cantumkan sumbernya agar teman2 tahu dari mana tulisan ini berasal</p>
<div id="attachment_814"><a href="http://ronisetiyawan.files.wordpress.com/2012/09/samurai.gif"><img title="samurai" src="http://ronisetiyawan.files.wordpress.com/2012/09/samurai.gif?w=500" alt="Samurai" /></a>Samurai</p>
</div>
<p>Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang disana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.</p>
<p>Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo bahkan harus rela menjual dirinya lantaran sudah hampir kolaps. Sharp berencana menutup divisi AC dan TV Aquos-nya. Sony dan Panasonic akan mem-PHK ribuan karyawan mereka. Dan Toshiba? Sebentar lagi divisi notebook-nya mungkin akan bangkrut (setelah produk televisi mereka juga mati).</p>
<p>Adakah ini pertanda salam sayonara harus dikumandangkan? Mengapa kegagalan demi kegagalan terus menghujam industri elektronika raksasa Jepang itu? Di Senin pagi ini, kita akan coba menelisiknya.</p>
<p>Serbuan Samsung dan LG itu mungkin terasa begitu telak. Di mata orang Jepang, kedua produk Korea itu tampak seperti predator yang telah meremuk-redamkan mereka di mana-mana. Di sisi lain, produk-produk elektronika dari China dan produk domestik dengan harga yang amat murah juga terus menggerus pasar produk Jepang. Lalu, dalam kategori digital gadgets, Apple telah membuat Sony tampak seperti robot yang bodoh dan tolol.</p>
<p>What went wrong? Kenapa perusahaan-perusahaan top Jepang itu jadi seperti pecundang? Ada tiga faktor penyebab fundamental yang bisa kita petik sebagai pelajaran.</p>
<p><strong>Faktor 1 : Harmony Culture Error. </strong>Dalam era digital seperti saat ini, kecepatan adalah kunci. Speed in decision making. Speed in product development. Speed in product launch. Dan persis di titik vital ini, perusahaan Jepang termehek-mehek lantaran budaya mereka yang mengangungkan harmoni dan konsensus.</p>
<p>Datanglah ke perusahaan Jepang, dan Anda pasti akan melihat kultur kerja yang sangat mementingkan konsensus. Top manajemen Jepang bisa rapat berminggu-minggu sekedar untuk menemukan konsensus mengenai produk apa yang akan diluncurkan. Dan begitu rapat mereka selesai, Samsung atau LG sudah keluar dengan produk baru, dan para senior manajer Jepang itu hanya bisa melongo.</p>
<p>Budaya yang mementingkan konsensus membuat perusahaan-perusahaan Jepang lamban mengambil keputusan (dan dalam era digital ini artinya tragedi).</p>
<p>Budaya yang menjaga harmoni juga membuat ide-ide kreatif yang radikal nyaris tidak pernah bisa mekar. Sebab mereka keburu mati : dijadikan tumbal demi menjaga “keindahan budaya harmoni”. Ouch.</p>
<p><strong>Faktor 2 : Seniority Error. </strong>Dalam era digital, inovasi adalah oksigen. Inovasi adalah nafas yang terus mengalir. Sayangnya, budaya inovasi ini tidak kompatibel dengan budaya kerja yang mementingkan senioritas serta budaya sungkan pada atasan.</p>
<p>Sialnya, nyaris semua perusahaan-perusahaan Jepang memelihara budaya senioritas. Datanglah ke perusahaan Jepang, dan hampir pasti Anda tidak akan menemukan Senior Managers dalam usia 30-an tahun. Never. Istilah Rising Stars dan Young Creative Guy adalah keanehan.</p>
<p>Promosi di hampir semua perusahaan Jepang menggunakan metode urut kacang. Yang tua pasti didahulukan, no matter what. Dan ini dia : di perusahaan Jepang, loyalitas pasti akan sampai pensiun. Jadi terus bekerja di satu tempat sampai pensiun adalah kelaziman.</p>
<p>Lalu apa artinya semua itu bagi inovasi ? Kematian dini. Ya, dalam budaya senioritas dan loyalitas permanen, benih-benih inovasi akan mudah layu, dan kemudian semaput. Masuk ICU lalu mati.</p>
<p><strong>Faktor 3 : Old Nation Error</strong>. Faktor terakhir ini mungkin ada kaitannya dengan faktor kedua. Dan juga dengan aspek demografi. Jepang adalah negeri yang menua. Maksudnya, lebih dari separo penduduk Jepang berusia diatas 50 tahun.</p>
<p>Implikasinya : mayoritas Senior Manager di beragam perusahaan Jepang masuk dalam kategori itu. Kategori karyawan yang sudah menua.</p>
<p>Disini hukum alam berlaku. Karyawan yang sudah menua, dan bertahun-tahun bekerja pada lingkungan yang sama, biasanya kurang peka dengan perubahan yang berlangsung cepat. Ada comfort zone yang bersemayam dalam raga manajer-manajer senior dan tua itu.</p>
<p>Dan sekali lagi, apa artinya itu bagi nafas inovasi? Sama : nafas inovasi akan selalu berjalan dengan tersengal-sengal.</p>
<p>Demikianlah, tiga faktor fundamental yang menjadi penyebab utama mengapa raksasa-raksasa elektronika Jepang limbung. Tanpa ada perubahan radikal pada tiga elemen diatas, masa depan Japan Co mungkin akan selalu berada dalam bayang-bayang kematian.</p>
<p>sumber :<br />
<a href="http://strategimanajemen.net/2012/09/03/the-death-of-samurai-robohnya-sony-panasonic-sharp-dan-sanyo/">http://strategimanajemen.net/2012/09/03/the-death-of-samurai-robohnya-sony-panasonic-sharp-dan-sanyo/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=885</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Death Of Traditional Distribution</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=876</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=876#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2012 07:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[era digital marketing]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar hampir 2 bulan yang lalu saya coba membayangkan bagaimana ya kondisi perdagangan di 4 atau 5 tahun kedepan, ada banyak pemikiran saya sehinggal timbul pertanyaan misalnya: &#8216;apakah pola perdagangan masih akan seperti ini ? dimana pasar retil modern lebih banyak dikuasai pemilik modal besar? &#8216;apakah akan terjadi perubahan pola dan perilaku konsumen dalam cara &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=876">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar hampir 2 bulan yang lalu saya coba membayangkan bagaimana ya kondisi perdagangan di 4 atau 5 tahun kedepan, ada banyak pemikiran saya sehinggal timbul pertanyaan misalnya:</p>
<p><strong><em>&#8216;apakah pola perdagangan masih akan seperti ini ? dimana pasar retil modern lebih banyak dikuasai pemilik modal besar?</em></strong></p>
<p><strong><em>&#8216;apakah akan terjadi perubahan pola dan perilaku konsumen dalam cara hidup dan belanja?</em></strong></p>
<p>Akhirnya sebagian pertanyaan di atas mulai bisa didapat informasinya, ada sebuah seminar yang mengulas masalah tsb yang mengangkat topik &#8220;the death of traditional distribution&#8221;.</p>
<p>Tulisan ini bukan iklan atau saya ikutan program afiliasi terhadap sebuah seminar, undangan dibawah adalah sebagai salah satu jawaban mengenai konsept <a title="grosir baju anak branded" href="http://rafikids.net" target="_blank">distribusi barang di masa datang</a>, dimana era<a title="tas anak" href="http://tasanakmurah.com" target="_blank"> digital marketing</a> akan mengubah pola distribusi barang yang dijual atau dikelola oleh sebuah perusahaan</p>
<p>Jadi sebenarnya pola pergeseran paradigma perdagangan dan distribusi tengah mengalami banyak perubahan dan akan segera dirasakan, pertanyaan selanjutnya adalah</p>
<p><strong><em>&#8221; sudah siapkan kita berubah ?&#8221;</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td align="center" valign="center" width="330">
<h1><a href="http://frontier.emlnk.com/lt.php?c=7&amp;m=14&amp;nl=4&amp;s=542cec509fdaf2cae9b36ec4f29b512a&amp;lid=55&amp;l=-http--www.frontier.co.id/events/seminar-fmc" target="_blank">Frontier Marketing Club<br />
SEMINAR</a></h1>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td align="center">
<div align="left">
<div align="center">
<div align="center"><a href="http://frontier.emlnk.com/lt.php?c=7&amp;m=14&amp;nl=4&amp;s=542cec509fdaf2cae9b36ec4f29b512a&amp;lid=55&amp;l=-http--www.frontier.co.id/events/seminar-fmc" target="_blank">The Death of Traditional Distribution</a></div>
</div>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td align="center">
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td align="left" valign="top" bgcolor="#ffffff">
<div align="justify">
<p>Kepada Yth, Bp Roni Setiyawan, ST</p>
<p>Frontier Marketing Club mengadakan seminar dengan topik : <a href="http://frontier.emlnk.com/lt.php?c=7&amp;m=14&amp;nl=4&amp;s=542cec509fdaf2cae9b36ec4f29b512a&amp;lid=55&amp;l=-http--www.frontier.co.id/events/seminar-fmc"><strong>The Death of Traditional Distribution</strong></a>, pada</p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td width="100">Hari/Tanggal</td>
<td>:</td>
<td>Selasa, 25 September 2012</td>
</tr>
<tr>
<td>Pukul</td>
<td>:</td>
<td>18.00 – 21.00 WIB</td>
</tr>
<tr>
<td>Tempat</td>
<td>:</td>
<td>Financial Club Jakarta, Graha Niaga Lantai 2, Jl. Sudirman Kav. 58, Jakarta</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Pembicara:</span></strong></p>
<ul>
<li><strong>Handi Irawan D</strong><br />
CEO Frontier Consulting Group</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">The Death of Traditional Distribution</span></strong></p>
<p>Distributor dan agen merupakan industri yang menghadapi tantangan besar. Margin yang semakin kecil dan biaya yang semakin besar, memberi tekanan kepada Business Owner dan Top Management perusahaan distribusi agar melakukan perubahan model bisnisnya. Distribusi harus semakin pendek channelnya, agar lebih cepat dan efisien. Distributor dan agen tidak boleh hanya mengandalkan sales force agar lebih efektif menjangkau pelanggannya. Distributor juga mendapat tantangan dari retailer yang semakin powerful. Selain itu, teknologi internet, juga memungkinkan perubahan besar dalam distribusi, web ordering, sales force automation dan e-commerce, menjadi alternative channel yang bisa menghabisi traditional distribution.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Dalam seminar kali ini akan di-sharingkan:</span></strong></p>
<ul>
<li>Faktor-faktor apa sajakah yang menjadi tantangan perusahaan distribusi?</li>
<li>Apa saja Value-added yang harus diciptakan distributor agar mereka memperkuat posisinya?</li>
<li>Bagaimana model bisnis perusahaan distributor yang efisien dan efektif?</li>
<li>Bagaimana internet dan e-commerce akan mengubah struktur distribusi? Bisnis apa saja yang rentan terhadap teknologi ini?</li>
</ul>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=876</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ihtiar dan Renungan Mudik Tahun 2012</title>
		<link>http://ronisetiyawan.com/?p=871</link>
		<comments>http://ronisetiyawan.com/?p=871#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Sep 2012 03:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Ihtiar mudik 2012]]></category>
		<category><![CDATA[renungan mudik 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronisetiyawan.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Mudik…. Agenda rutin masyarakat di Indonesia setelah sebulan penuh berpuasa, selama tinggal di Jakarta sepertinya suasana mudik harus semakin banyak mengeluarkan dan menguras tenaga, pikiran dan waktu. Kenapa demikian…. Yah karena jumlah kendaraan dan arus manusia di Indonesia semakin bertambah namun infrastukur (jalan) dan sarana transportasi tidak kunjuung ada perbaikan Tengok saja di jalur pantura &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ronisetiyawan.com/?p=871">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mudik….</p>
<p>Agenda rutin masyarakat di Indonesia setelah sebulan penuh berpuasa, selama tinggal di Jakarta sepertinya suasana mudik harus semakin banyak mengeluarkan dan menguras tenaga, pikiran dan waktu.</p>
<p>Kenapa demikian….</p>
<p>Yah karena jumlah kendaraan dan arus manusia di Indonesia semakin bertambah namun infrastukur (jalan) dan sarana transportasi tidak kunjuung ada perbaikan</p>
<p>Tengok saja di jalur pantura kemacetan adalah menu tahunan bagi pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur…</p>
<p>Waktu tempuh jarak dari Jakarta ke Semarang biasanya bisa ditempuh dalam 10 jam saja, namun jika arus mudik lebaran tiba waktu tersebut bisa ditempuh dalam 24 jam….</p>
<div>
<dl id="attachment_806">
<dt><a href="http://ronisetiyawan.files.wordpress.com/2012/09/mudik-motor-paling-berbahaya.gif"><img title="Mudik-motor-paling-berbahaya." src="http://ronisetiyawan.files.wordpress.com/2012/09/mudik-motor-paling-berbahaya.gif" alt="Pemudik Motor" width="350" height="237" /></a></dt>
<dd>                                  Pemudik Motor</dd>
</dl>
</div>
<p>Mungkin ini ujian kesabaran kita sebagai manusia terutama dalam berpuasa di bulan Ramadhan….</p>
<p>Terkadang dalam perjalanan antara Jakarta ke Semarang saya banyak melihat satu keluarga naik sepeda motor (bapak  + anak + ibu) ditambah lagi dengan tas barang bawaan mereka….pasti capeknya  luar biasa….</p>
<p>Bahkan ada juga ibu yang dibocengkan suaminya menggendong anak menempuh jalur pantura agar bisa bersilaturahmi dengan orang tua…..</p>
<p>Kejadian mudik kemaren membuat saya merenung…..</p>
<p>Yah merenung….ihtiar kita untuk mudik semakin tahun semakin berat…., namun jika kita menuntut pemerintah untuk memperbaiki sarana transportasi (jalan dan angkutan umum) tentu saja akan membutuhkan waktu yang lebih lama.</p>
<p>Yang bisa kita lakukan adalah lebih menyempurniatkan niat kita…</p>
<p>Ya&#8230;niat bahwa mudik bukanlah sebuah tradisi yang harus kita lakukan rutin tahunan, tapi mudik adalah sebuah kesempurnaan ihtiar kita untuk</p>
<p>-         Bersilaturahmi dengan orang tua, dengan silaturahmi tsb inya allah kita akan mendapatkan barokah dan hidayah dari Allah SWT, semakin sulit kita dalam berihtiar makan insya allah barokah tsb akann kita dapatkan</p>
<p>-         Membuat senang orang orang yang kita cintai, kepenatan kita ketika membawa kendaraa selama puluhan jam dan terkena macet sepertinya hilang manakala kita bisa melihat istri kita bertemu dengan orang tanya, kakek dan nenek riang gembira bertemu dengan cucu cucunya</p>
<p>-         Bisa melakukan ziarah kubur ke pada keluarga kita yang sudah meninggal, biasanya tradisi kami setelah sholat ied, maka kami bersama sama akan ke ziarah kubur untuk mendoakan almarhum anggita keluarga kita, dengan demikian kita akan sering diingatkan kehidupan di akhirat sedangkan kedidupan di dunia ini hanya bersifat sementara (fana)</p>
<div>
<dl id="attachment_807">
<dt><a href="http://ronisetiyawan.files.wordpress.com/2012/09/mudik_motor_macet.jpg"><img title="mudik_motor_macet" src="http://ronisetiyawan.files.wordpress.com/2012/09/mudik_motor_macet.jpg" alt="Kemacetan Saat Mudik di Pantura" width="448" height="336" /></a></dt>
<dd>                    Kemacetan Saat Mudik di Pantura</dd>
</dl>
</div>
<p>Mungkin hal di atas bisa menjadi renungan kita bersama, karena tahun tahun mendatang ihtiar mudik sepertinya akan semakin berat untuk dilakukan karena semakin bertambahnya mobil / motor / jumlah pemudik sementara sarana trasnportasi tidak bertambah.</p>
<p>Mungkin kita bisa menyempurnakan<a title="tas anak" href="http://tasanakmurah.com"> ihtiar </a>seperti renungan saya di atas agar pada saat terjadi kemacetan kita masih bisa tersenyum bahagia, karena semakin keras dan sulit ihtiar kita insya allah <a title="grosir baju anak branded" href="http://rafikids.net">barokah </a>dan hidayah Allah SWT akan segera kita dapatkan, Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronisetiyawan.com/?feed=rss2&#038;p=871</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
