browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Belajar Agrobisnis…(Kembali ke desa…)

Posted by on October 21, 2010

Minggu kemaren pulang ke kampung halaman di desa Kemetul Kecamatan Suruh Salatiga, sebuah desa yang terletak di lereng gunung dengan hawa yang dingin sekali, bahkan sampe dinginnya kalo mandi jam 12 siang ni badan tetap menggigil jika kena air mandi.

Desa tempat almarhum ayah dilahirkan, ayah dilahirkan oleh kakek saya yang bernama Joyo, atau waktu dulu dikenal dengan sebutan mbah Joyo. Kakek saya dulu seorang petani meninggal th 1986 waktu aku masih duduk di kelas 6 SD, sedangkan almarhum ayah meninggal th 2008, tinggallah sekarang ibu saya sendiri di desa tsb

Jadi teringat dulu waktu tahun tahun pertama menjadi karyawan, tepatnya th 1999, dunia perkebunan sempat dihebohkan dengan jenis pohon unggul yang waktu itu dikenal dengan “Jati Super” katanya waktu itu merupakan hasil kultur jaringan, atau bahasa umumnya rekayasa genetika untuk tanaman.

Karena tanah di desa lumayan luas, waktu itu aku mencoba menamam ratusan bibit jati super, yg sesuai dengan promosinya bisa dipanen hanya dalam jangka waktu 5 atau 10 tahun

Namun entah kenapa pepohonan tsb tidak tumbuh seperti yang dijanjikan, sudah hampir 10 tahun di tanam namun diameter nya belum begitu besar, mungkin kurang pupuk atau sinar matahari…

Berikut foto sebagian tanaman jati tersebut

Tanaman Jati Super, umur 10 tahun

Menanam pohon jati akan sedikit repot pada tahun pertama sampai dengan tahun ketiga, karena pada saat musin kemarau harus tetap sering kita siram dan kita pupuk, bisa menggunakan pupuk urea ataupun pupuk kandang, saya ingat betul waktu itu harga pupuk urea Rp 1500 per  kg sedangkan untuk pupuk kandang biasa kita borong untuk volume sebesar 1 kandang ukuran 2×3 meter waktu itu senilai Rp 50.000

Jika ingin pertumbuhan pohon bagus jangan segan segan untuk menggunakan pupuk jenis NPK, namun pupuk  jenis ini relatif lebih mahal, maklum biasanya pupuk NPK digunakan untuk tanaman buah (mangga, durian, salak dll).

Untuk pemeliharaan pohon jati berupa penyiraman saya menggunakan jasa orang untuk menyiramnya, maklum air harus diangkut / dipikul dengan jarak yg lumayan jauh dari sungai, ongkosnya Rp 500,- untuk satu pohon.

Oia untuk proses nanamnya juga menggunakan jasa orang, maklum harus menggali ukuran 1 meter x 1 meter x 1 meter (lebar x panjang x tinggi)  berapa ongkosnya…Rp 500 per lubang (itu th 1999 lho…..) kalo sekarang ongkosnya gak segitu.

Buat orang kota mencangkul (untuk membuat lubang) bukanllah hal yang mudah lho…kalo diliat aja sih keliatan mudah…namun coba dech sendiri….saya pernah nyoba dapat 2 lubang aja udah ngos..ngosan….napas kayaknya kok kembang kempis….

Banyak pengalaman agrobisnis yang membuat hati tenteram lho….

semisal suatu siang waktu aku jalan-jalan di tengah kebun ada ibu-ibu yang meminta ijin untuk mengambil rumput

“mas nyuwun suket te nggih….kagem ingon ingon….”

begitu ucapnya yg artinya ” mas minta rumputnya ya buat hewan peliharaanya (baca : kambing, sapi)”

hmmm,

rumput bagi petani adalah hal yg paling tidak disukai, karena akan berebut dengan tanaman induk,….lho kok ini ada ibu ibu yang ingin mancabuti rumput di kebun kita…tentu saja dengan ikhlas dan senang hati kita akan memberikannya

hmm udah kebun bersih dari rumput…..dapat amal kebaikan lagi….siapa yg gak mau

Sebenarnya ada banyak cerita mengenai agrobisnis yang justru mendekatkan diri kita ke alam semesta, dan banyak sekali “tangan tangan Allah SWT” yang bisa kita raba dan rasakan melalui tanaman/tumbuhan

Bagi yang hobi agrobisnis akan saya share pada edisi berikutnya

Semoga Terinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *