browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Sebuah Cermin Kehidupan……

Posted by on January 11, 2011

Awal tahun 2011 merupakan awal segalanya semangat baru, motivasi baru dll
Namun tidak begitu dengan keluarga saudara (sepupu) saya, awal tahun ini merupakan awal tahun dimana terjadi kehancuran rumah tangga yang mereka bina selama ini.
Sulit dan berat cobaan yang mereka alami.
Singkat cerita saya terkaget dengan nasib anak anaknya yang harus mereka titipkan agar bisa bersekolah, saudara saya ini mempunyai 3 anak dan 1 lagi masih berada dalam kandungan (usia 2 bulan)
Anak Pertama kelas 1 SMK usia 16 tahun bahkan harus bekerja di sebuah usaha katering makanan, dimana waktu kerja sampai jam 12 malam, dan dilanjut dimulai lagi jam 03.00 dini hari
Anak kedua kelas 5 SD usia 10 tahun dititipkan di salah satu teman mereka di Bogor, namun ada satu hal yang membuat mereka berat, karena mereka tidak boleh bertemu lagi bahkan untuk berbicara via telepon tidak diperkenankan dengan teman yang di Bogor
Anak Ketiga usia 5 tahun namun hingga saat ini belum sekolah dikarenakan keterbatasan ekonomi

Tautan Cinta Kasih

Dahulu bisa dibilang saudara saya ini adalah pedagang yg cukup berhasil namun karena ditipu oleh orang sehingga modal nya habis dan bahkan dikejar kejar orang karena ditagih hutang.
Saudara saya ini sebenarnya juga berhutang dengan saya dan bahkan hingga saat ini belum lunas, sehingga pada saat tertimpa musibah dia enggan minta bantuan ke saya dikarenakan dia sungkan karena masih punya kewajiban yang belum lunas.
Anak yang di kandungan rencana mau mereka gugurkan karena alasan ekonomi, namun saya cegah dan saya coba solusikan agar dicarikan orang tua asuh, kebetulan kakak saya sudah lama menikah namun belum punya anak

Singkat cerita….
Kakak bersedia merawat dari mulai kehamilan, melahirkan hingga mengasuh anak hingga dewasa namun secara hukum kakak menginginkan agar pada saat lahir nanti statusnya adalah anak kakak saya.
Untuk anak pertama dan kedua saya bersedia mengasuh, menyekolahkan hingga tamat sekolah, bahkan info yang saya perolah dari ibunya anak yang pertama pernah menjadi baby sitter agar punya uang untuk sekolah, namun karena kondisi fisik yang lemah dia hanya bertahan 1 minggu karena pekerjaan baby sitter harus membutuhkan fisik dan keahlian yang prima.

Wajah Bocah Tak Berdosa

Saya diskusi dengan istri di rumah dan nyonya setuju untuk mengasuh kedua anak tsb, karena sejujurnya saya malu di mata Allah SWT, ternyata ada keponakan saya yang harus bekerja diluar batas kemampuannya agar bisa sekolah.
Seharusnya pada masa masa itu mereka harus belajar, bermain, bercanda tawa dengan teman teman seusia mereka, bukan untuk mencari uang agar bisa sekolah……
Hanya sekedar sharing saja, ….agar kita lebih peduli dengan lingkungan sekitar kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *