browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Mindset Karyawan Vs Mindset Pengusaha….

Posted by on February 10, 2011

Beberapa hari terkahir ini saya sedang diuji terhadapt dua hal yang bertolak belakang…mindset saya sebagai karyawan ternyata lebih mendominsai pola pikir saya dalam menentukan dunia dagang yang saya jalani.

Memang tidak mudah untuk mengubah pola pikir…hmm, diperlukan totalitas waktu – tenaga – pikiran dan biaya, dalam dua hari kedepan saya harus memutuskan untuk pembelian baju anak branded dalam jumlah yg menurut saya sangat besar, dengan quantity hampir 10 karung besar baju branded (dress & busana muslim merk tertentu)

Mindset....

Biasanya sekali belanja hanya 2 karung besar, dan dalam seminggu bisa 2 kali belanja. Demand sebenarnya banyak dalam artian reseller sering banget menanyakan kapan dress / busana muslim merk tsb ada.

“bu kapan dress xxxxxx keluar…..?” sering banget pertanyaan itu keluar, berdasarkan pengalaman apabila dress tsb diupload di http://rafikids.net hanya dalam hitungan jam ratusan dress habis terjual.

Peluang ada, demand ada kok gak berani mutusin sih….ambil hanya 3 karung atau ambil semuanya….

Hiks ternyata maksud hati kok pengin nya cari aman…ambil 3 karung aja ah…ntar kalo abis ambil lagi…..

tapi masalahnya itu barang takut diambil pedagang grosir lain….

Resiko......

Itulah suasana pola pikir yang saya alami, dan mungkin dialami oleh banyak karyawan yang saat ini sedang merintis usaha, atau bahkan para pedagang yang belum banyak berpengalaman pasti akan setuju dengan apa yang saya rasakan.

Dalam bisnis / dagang berlaku hukum high risk, high  return

Saat itulah paradigma yang harus saya hujamkan dalam pola pikir dan hati sanubari saya…agar mental saya sebagai karyawan saat ini bisa berubah menjadi mental pedagang atau pengusaha.

Selama menjadi karyawan saya beberapa kali  mengikuti program “manajemen resiko” yang diselenggarakan oleh HR Perusahaan, tapi kok gak mempan mengubah mindset ???

Hal ini karena yang diajarkan instruktur adalah manajemen resiko perusahaan, sangatlah berbeda apabila kita sendiri sebagai pelaku bisnis, salah ambil keputusan bisa berakibat fatal bagi cash flow kita

Selama kecil saya di didik di lingkungan yang jauh dari dunia dagang, ayah dulu mantan  karyawan PLN, shg sama sekali tidak ada nasihat atau sharing cerita dari orang tua agar anak anaknya menjadi pedagang, selain itu semenjak saya lulus kuliah tahun 1997 langsung kerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan telekomunikasi hingga sekarang, sehingga secara rutinitas alam pikir dan mental saya lebih  didominasi sebagai karyawan ketimbang mindset pedagang

Ikhtiar dan Tawakal

Ikhtiar dan Tawakal

Alhamdulillah tadi pagi sebelum berangkat ke kantor ada diskusi kecil dengan istri di rumah dan insya allah saya bisa merubah dan mendobrak keyakinan saya sebagai karyawan menuju mindset seorang pedagang.

“Bisnis gak boleh setengah setengah….bisni harus all out…”

“Fokus dan mengarahkan semua resources yang ada…..”

“Serahkan semua pada yang di atas…Allah SWT Sang Maha Pencipta dan Pemberi Rizki”

Itulah keyakinan baru saya, dan melalui tulisan ini saya mengharapkan tekad itu semakin bulat.

Buat temen teman semua mari sama sama kita jemput rizki Allah SWT di muka bumi ini melalui jalur perdagangan, untuk yang masih karyawan segeralah “Take Action” dan temukan keajaiban dunia ini ….

2 Responses to Mindset Karyawan Vs Mindset Pengusaha….

  1. yusap

    Semoga menjadi berkah dan menambah bekal ibadah,lha saya sendiri masih bingung pak,belum ketemu….

    • Rafikids

      Thanks pak Yusap doa-nya, perbanyak amal kebaikan di dunia ini pak, insya allah nanti akan ketemu jalannya sendiri
      salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *