browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Kasih Sayang Ibu

Posted by on August 11, 2011

Kemaren tanggal 10 Agustus 2011, ibu saya berulang tahun yang ke 66,….

Hmm pagi pagi langsung call ibu nun jauh di sana tepatnya di kota Salatiga…

“Ibu sehat sehat wae khan, dino iki ibu ulang taon yo…..” kataku                 (ibu sehat sehat aja khan, hari ini ibu ulang tahun ya)

“iyo iki ibu ulang taon, sing sewidak enem, wis tuo yo ron ibuk mu iki” jawab ibu
(iya, ini ibu ulang tahun, yang ke enampuluh enam, udah tua ya roni ibumi ini)

Ibu bagi saya adalah sumber barokah dan anugerah di dunia ini, sebab saya yakin apabila mengerjakan sesuatu dengan restu ibu, insya allah akan berhasil dengan baik.

Saya yakin bahwa menjadi anak yang berbakti adalah jauh lebih penting ketimbang anak yang punya kompetensi tinggi dalam banyak hal.

Sampai dengan saat ini pun saya masih sering meminta doa restu dari ibu apabila ada sesuatu yang penting dalam hidup saya, misal pada saat terjun menjadi pedagang (online)….tak lupa saya mintakan doa dari ibu (kandung) dan ibu (mertua)

Rasanya jadi enteng manakala saya sudah mohon doa restu terhadap ibu, dan serasa Allah SWT juga meridloi kegiatan saya manakala ibu sudah memberikan restunya.

Ibu dan Kakak di Pusara Almarhum Ayah

Terkadang teringat lagu nyanyian lagu Iwan Fals untuk Ibu, teks nya seperti ini

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintang untuk aku anakmu..
Ibuku sayang masih terus berjalan, walau tapak kaki penuh darah penuh nanah..
Seperti udara kasih yang engkau berikan tak mampu ku membalas…ibu..ibu…
Ingin ku dekap, dan menangis di pangkuanmu, sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu…
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku, dengan apa ku membalas..ibu..ibu…

Kalo menyimak syair nya dan kata demi kata, rasanya jadi pengin menangis….

Waktu kita kecil betapa banyak salah dan doa kita pada ibu, tapi ibu diam saja, dan menganggap kenakalan yang kita lakukan waktu kecil adalah sebagai cobaan dan ujian dalam merawat kita, karena sebenarnya adalah titipan Allah SWT bagi orang tua kita.

Teringat pula suatu malam waktu saya duduk di kelas 2 SD, ibu menangis sendirian di kamar manakala saya sulit sekali dinasehati oleh ibu.

Masih ingat juga manakala ujian kenaikan kelas 6 SD, ibu dengan setua menemani aku belajar hingga larut malam, padahal saya tahu pasti ibu ngantuk sekali, karena seharian mengerjakan urusan rumah tangga (mengepel, menyapu, mencuci dll), tapi demi anaknya belia rela menahan kantuk hanya sekedar menemani aku belajar.

Ketika lulus sekolah dan bisa bekerja di perusahaan saya pun bertekad akan membahagiakan ibu, namun belum lama bekerja sayapun segera menikah, karena ibu mengingkan agar saya gak terlalu lama membujang.

Hingga pada akhirnya sayapun harus pindah ke Jakarta sekarang, karena pihak manajemen tempat saya berkerja memutasikan saya dari Semarang ke Jakarta.

Penginya sih mendampingi ibu saat ibu usia senja…..

Jadi buat pembaca semua….coba luangkan waktu sebentar utk menelepon ibu / bapak, hanya sekedar menanyakan khabarnya…..saya yakin orang tua anda akan senang mendengarnya.

Mari kita semua untuk selalu berbakti kepada orang tua (terutama ibu), karena keberhasilan dan kesuksesan kita di dunia ini pasti tidak akan lepad dari doa restu ibu

Semoga bermanfaat, hanya sekedar sharing

2 Responses to Kasih Sayang Ibu

  1. princess

    sy ingat sewaktu kuliah dulu, setiap mau berangkat ujian semester saya selalu telp ke ibu,minta didoain..mg lancar ujian.rasanya plong.kebetulan sy waktu itu kuliah di luar kota.alhamdulillah sy lulus tepat waktu dan dpt predikat terbaik.bangga sekali bs menyenangkan kedua orangtua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *