browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pengin Belajar Enterpreneur….Mari Kita Belajar Pada Petani

Posted by on November 1, 2011

Sebuah renungan yang sederhana manakala saya teringat asal usul saya di sebuah desa terpencil di desa Kemetul Kabupaten Semarang.

Letak yang terpencil di lereng sebuah gunung membuat desa kemetul masih sangat jauh dari kebisingan kota, namun jangan salah hawanya sejuk banget, kalo mandi jam 12 siang pun badan akan terasa menginggil kedinginan

Salah satu penyangga ekonomi desa kemetul adalah para pemuda nya yang gemar cari pekerjaan di luar negeri sebagai “assitent rumah tangga”, kebanyakan uang yg ditabung diberikan oleh orangtua nya untuk membeli sawah.

Maklumlah mempunyai sawah di daerah tsb merupakan perlambang “kelas sosial” bagi masyarakat di sana

Almarhum kakek dan ayah lahir dan besar di daerah kemetul, kakek adalah seorang petani tulen dari waktu ke waktu. Cuman sepertinya alamarhum ayah tidak menyukai jiwa sebagai petani dan lebih memilih menjadi salah satu karyawan BUMN saat itu dengan merantau ke luar kota.

Keinginan untuk bercocok tanam dari kakek sepertinya mengalir ke darah saya, terbukti saya sering banget memenuhi kebun dan ladang dengan berbagai macam tanaman seperti pohon jati, pohon sengon, dan berbagai tanaman buah seperti mangga, pisang atau durian bangkok, selain sebagai pedangan online grosir baju anak branded

Saya dan Pohon Durian Bangkok (Sedang Berbunga)

Kebanyakan masyarakat kemetul hidup sebagai petani, karena sudah banyak tanah ereka yang dijual ke tuan tanah akhirya mereka hidup hanya sebagai buruh tani

Pekerjaan petani atau buruh tani merupakan suatu pembelajaran tersendiri tentang sebuah makna hidup, yang menurut saya begitu meng-inspirasi.

Mari kita cermati usaha seorang petani agar bisa mencari rizki yg barokah

  1. Seorang Petani atau buruh tani kebanyakan tidak mempunyai cukup uang untuk membeli pupuk (urea) dan tidak punya cukup uang untuk membeli bibit tanaman, apalagi di tengah membumbungnya harga pupuk urea
  2. Kebanyakan petani di desa kemetul  dalam membeli pupuk atau bibit tanaman padi adalah dari berhutang, hutang tsb akan dibayar apabila ada sisa dari hasil panen padi
  3. Pada kenyataan nya pada saat bertani seringkali tidak seperti yang dibayangkan, kegagalan panen acapkali terjadi entah itu dimakan tikus, hama wereng, atau kekeringan untuk sawah tadah hujan (sawah yg pengairannya mengandalkan air hujan)
  4. Apa yg terjadi dengan seorang petani apabila gagal panen, hmm bukannya untung tapi malah buntung

Keempat peristwa di atas adalah gambaran nyata kehidupan petani di desa kemetul kabupaten semarang, keliatannya seperti cerita sinetron ya….

Budaya "Nyadran" di Desa Saya

Pertanyaan sederhana….

” kenapa sih tetep jadi petani dan kalo emang gagal panen apa gak bisa cari pekerjaan yang lain”

Saya yakin kalo pertanyaan ini diberikan ke semua petani di Indonesia pasti akan kesulitan menjawab, apalagi dari jaman dulu hingga sekarang harga beras seakan tidak pernah berpihak pada para petani

Sebenarnya menjadi petani adalah suatu pilihan hidup yang harus diambil ditengah keterbatasan skill masing masing orang.

Di sinilah menurut saya jiwa enterpreneur  yg patut dipelajari dari seorang petani.

Dengan meminjam uang untuk beli pupuk dan bibit padi ada kemungkinan dia berhasil mendapatkan uang, jika panen berhasil. Tapi sebaliknya jika tidak berhutang untuk membeli pupuk TENTU petani tsb PASTI nya tidak memperoleh penghasilan.

Suatu kesimpulan  yang bisa di tarik adalah kita  tanyakan pada diri kita sendiri,  seorang petani saja dibela-belain berhutang untuk modal (beli pupuk), bagaimana dengan kita….. ??

Jika dibandingkan dengan petani, terkadang kita sudah punya cukup modal, cukup waktu dan cukup tenaga….namun bedanya adalah kita belum TAKE ACTION….itu saja, syukurlah saya sudah mulai belajar menjadi pedangan kecil kecilan saja yaitu sebagai pemilik toko online Grosir Baju Anak Branded

Semoga memberi inspirasi

salam

3 Responses to Pengin Belajar Enterpreneur….Mari Kita Belajar Pada Petani

  1. Khabib

    Salam kenal (saya lahir dari desa Kemetul)
    Sebagai insan yang diciptakan olehNya, wajib melestarikan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang, maka dari itu saya yang berprofesi di pariwisata, maka sangat mengharapkan budaya seperti nyadrana dan jolenan yang mana menjadi unggulan wisata budaya di desa Kemetul hendaknya dilestarikan guna pengembangan pariwisata budaya, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

    • Pak Khabib,
      mungkin rekans yg dinas di pariwisata lebih aktif mempromosikan desa wisata (kemetul) melalui blog / web atau social media (facebook, twitter) shg lebih tersebar informasi dan tempat wisata shg sektar pariwisata bisa mendongkrak tingkat kesejahteraan dan ekonomi masyarakat setempat
      salam

  2. Khabib

    Sekedar cerita, beberapa hari yang lalu tepatnya awal bulan desember 2011, saya pulang kampung, apa yang saya lihat dan saya rasakan disana ? Luar biasa betapa majunya dan indahnya kampung (Kemetul) hawa yang sejuk, pembangunan yang pesat, kekompakan dalam hal gotong royong. yang paling mengesankan adalah setiap hari minggu pagi baik pria maupun wanita tanpa dikomandoi secara sukarela bersama2 melaksanakan pembersihan jalan, betapa damainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *