browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Sebuah Ketulusan, Sebuah Keikhlasan…………..

Posted by on January 13, 2012

Hari Rabu Siang kemaren seperti biasa rutinitas pekerjaan sebagai karyawan, briefing pagi dengan temen temen….

Namun pagi itu agak berbeda dgn biasanya….karena di tengah acara briefing ada rekan saya yg berbisik lirih…

“Roni….pak Sugeng Meninggal” Kata Temenku Maria

“Ha… masak siih” kataku

Pak Sugeng adalah driver temen kerjaku (Maria) tapi entah mengapa di mataku Pak Sugeng adalah seorang sahabat yg bisa mengena di hati…..

Siang itu aku pengin banget pergi melayat, tp pekerjaan kok belum selesai……

Akhirnya setelah menyelesaikan pekerjaan pukul 14.00 aku berangkat menuju ke rumah duka, sempat agak kecewa karena pasti sampai di sana almarhum sdh dikebumikan….

Ah …ga papa pikirku….ini adalah wujud penghormatan terkahir kepada sahabatku….

Ada suatu kejadian yang membuat aku belajar banyak dari seorang “Pak Sugeng”, ya…sebuah ketulusan….

“Suatu malam karena ada presentasi terpaksa aku dan rekan kerjaku sebut saja namanya Maria harus pulang hingga tengah malam, karena sdh tengah malam tentu saja aku ga bisa pulang pake KRL”

Akhirnya malam itu aku pulang bareng Maria yg rumahnya sama sama di depok (Cinere), dalam hati aku khan bisa naik taxi /  ojek jk sdh sampe rumah Maria”

Oiya dalam perjalanan tsb tentu saja ada driver Maria yg bernama Pak Sugeng….

Sekitar pukul 1 dini hari nyampe deh di rumah Maria, sebelum sampe rumah tsb aku pengin banget naik Taxi, namun keinginanku dicegah oleh Pak Sugeng, pengin rasanya naik ojek…tp malam itu kok ga ada ojek….

Akhirnya krn ga ada Taxi ataupun Ojek Pak Sugeng mencoba menawarkan bantuan

“Pak Roni nanti aku antar aja gimana, kebetulam motorku ada di rumah Bu Maria”

“Nanti setelah ngantar Ibu, saya antar Pak Roni dech….” sergah Pak Sugeng

Karena ga ada alternatif lain aku mengiyakan permintaan Pak Sugeng,….

Kebetulan rumah Pak Sugeng masih satu jalur  ke arah rumahku di Perum Depok Maharaja, dan berjarak sekitar 20 menit perjalanan.

Hujan gerimis mengiringi perjalananku berdua dgn pak sugeng…., akhirnya setelah 20 menit sampai juga di rumahku, aku coba memberikan sejummlah uang sebagai “tambahan” ke Pak Sugeng….tapi beliau menolaknya….

“Gak usah Pak Roni……kayak siapa aja”…..

Justru karena Pak Sugeng menolak pemberianku aku merasa tidak enak…..

ah…sebuah ketulusan dari seseorang memang tdk bisa dinilai dgn uang…..memang di dunia segala sesuatunya tdk selamanya bisa diukur dgn uang….

Yang membuat aku terharu adalah ketika driver lainnya bercerita ttg Pak sugeng….ternyata ketika anaknya jatuh dan harus segera di bawa ke dokter, Pak sugeng harus menjual jam tangan kesayangannya utuk biaya berobat anaknya…

“ah makin terharu rasanya kenapa aku hrs mendengar cerita itu ketika pak Sugeng sudah tiada”….kalo seandainya dengar cerita tsb ketika beliau msh ada…… semakin membuat diriku tambah bersalah….

Mungkin inilah yg disebut ketulusan, keihklasan dari seseorang, dimana hal tsb mulai langka didapat terutama di Ibukota Jakarta, hal ini membuat aku belajar untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta Alam Semesta selain sebagai karyaryawan juga sebagai pedagang online Grosir Baju Anak Branded

Istri almarhum Pak Sugeng

Sebuah pembelajaran bagi kita semua, terkadang kita harus ikut seminar ESQ yg mahal di hotel berbintang, namun kenyataanya kita lupa melakukanya setelah mengikuti seminar.

Tapi coba dilihat ternyata Pak Sugeng dengan kesederhanaanya bisa menujukkan sebuah ketulusan walaupun hidupnya serba sederhana

Makam Pak Sugeng

Akhirnya …..aku ucapkan

“selamat jalan pak sugeng….semoga amal ibadahmu diterima Allah SWT” …..amin

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *