Hari minggu tgl 11 Maret 2012 kemaren saya mengikuti seminar yang tentang entreprenuer yg diadakan kalangan komunitas TDA Depok kerja bareng dengan TDA Campus Universitas Indonesia
Asyik juga bisa keliling di seputar kampus UI yang teduh dan sejuk, maklum lah UI Depok masih terbilang banyak pohon rimbun dan danau danau kecil.
Tempat lokasi seminar berada di Aula Pusat Studi Jepang (APSJ), sejujurnya saya juga belum tahu lokasi APSJ namun karena rasa ingin tahu dan ikut seminar saya pun harus rela meninggalkan keluarga (weekend).
Melihat suasana para mahasiswa, nampak sekali mereka masih memiliki semangat dan motivasi tinggi, ibarat gelas yg masih kosong blm diisi cairan apapun, hampir 3 kali bertanya ke mahasiswa lokasi persisnya APSJ dan semuanya menjawab dengan gamblang/jelas, dengan semangat membantu para mahasiswa tsb menerangkan lokasi APSJ….hmm “hawa positif” nya sangat terasa …..
Setelah mencari cari lokasi seminar akhirnya ketemu juga lokasi APSJ, acara dimulai pukul 09.30, dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya….
Setuju banget saya dengan nyanyian lagu kebangsaan, sebab gedung bangunan yang megah tsb dibangun tentu saja dari uang negara, shg sepantasnyalah kita mengucap terima kasih kepada bangsa dan negara.
Pembicara yang paling “mengena” bagi saya adalah pada saat founder TDA Pak Badroni menyampaikan bahwa “Menjadi pengusaha harus akrab dengan kitidak pastian“, kadang kita rugi dan terkadang pula kita untung, silih berganti, bulan 2 dan 3 bisa untung namun bulan bulan berikutnya bisa rugi.
Mengena sekali, serasa saya “ditampar” karena selama ini saya menganggap bisnis itu harus “untung terus”, mana kala omzet turun saja langsung deh gelisah…alhamdulillah dengan sedikit pengarahan tsb membuat hati ini menjadi lebih mantap untuk menjadi pedagang grosir baju anak branded.
Acara yang tak kalah serusnya manakala ada sebagian adik adik mahasiswa yang tergabung dalam TDA Kampus maju satu persatu memperkenalkan diri….dan rata rata walaupun usia masih belasan tahun sudah mempunyai usaha ….luar biasa !!
Ada yg bilang ” saya usaha web developer”
yang lain ada yg bilang “ usaha saya bidang laundry“,
dan saya baru tahu kalo salah satu Laundry terkenal di Jl Utama Depok (Margonda) adalah milik seorang mahasiwi UI semester 4 ….
Ada juga juga mahasiwa yg memperkenalkan usahanya “usaha saya minuman air kelapa muda”
Dahulu waktu saya kuliah (sekitar 15 tahun yll) semua mahasiwa rata rata pengin lulus kuliah menjadi karyawan, namun sudah saatnya para mahasiwa begitu lulus tidak lagi mencari pekerjaan tapi justru sebaliknya menciptakan lapangan kerja.
Masih muda belia tapi sudah berani bicara di depan podium dan mengenalkan usaha mereka, kira kira saya bisa gak ya…..beridiri di hadapan 250 pasang mata di depan orang dan bicara….”Saya Roni, usaha saya grosir baju anak branded”
Beda banget dengan seminar yg pernah saya ikuti atau ditugaskan perusahaan kepada saya, rata rata yg ikut juga sebagai karyawan, jadinya kalo perkenalan diri paling… “nama”….trus “masa kerja”…..”kerja di unit xxxx sekian tahun”…..”jumlah anak sekian”…. bla bla bla….
Secara keseluruhan seminar kemaren mampu menyadarkan saya bahwa sekecil apapun usaha kita harus tetap percaya diri, pahit getir dalam menjalankan usaha adalah hal yang lumrah terjadi.
Next time jika ada waktu dan kesempatan bicara di depan, saya akan dengan suara lantang dan tegas “nama saya roni, dan usaha saya supplier baju anak branded”.
“Menjadi pedagang adalah suatu kebanggan……’ mosok ‘ kita kalah sama anak mahasiwa usia belasan tahun sih …..!”
Semoga bermanfaat, hanya sekedar sharing dan tidak ada maksud menggurui
Salam dari Depok

