browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Ihtiar dan Renungan Mudik Tahun 2012

Posted by on September 9, 2012

Mudik….

Agenda rutin masyarakat di Indonesia setelah sebulan penuh berpuasa, selama tinggal di Jakarta sepertinya suasana mudik harus semakin banyak mengeluarkan dan menguras tenaga, pikiran dan waktu.

Kenapa demikian….

Yah karena jumlah kendaraan dan arus manusia di Indonesia semakin bertambah namun infrastukur (jalan) dan sarana transportasi tidak kunjuung ada perbaikan

Tengok saja di jalur pantura kemacetan adalah menu tahunan bagi pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur…

Waktu tempuh jarak dari Jakarta ke Semarang biasanya bisa ditempuh dalam 10 jam saja, namun jika arus mudik lebaran tiba waktu tersebut bisa ditempuh dalam 24 jam….

Pemudik Motor
                                  Pemudik Motor

Mungkin ini ujian kesabaran kita sebagai manusia terutama dalam berpuasa di bulan Ramadhan….

Terkadang dalam perjalanan antara Jakarta ke Semarang saya banyak melihat satu keluarga naik sepeda motor (bapak  + anak + ibu) ditambah lagi dengan tas barang bawaan mereka….pasti capeknya  luar biasa….

Bahkan ada juga ibu yang dibocengkan suaminya menggendong anak menempuh jalur pantura agar bisa bersilaturahmi dengan orang tua…..

Kejadian mudik kemaren membuat saya merenung…..

Yah merenung….ihtiar kita untuk mudik semakin tahun semakin berat…., namun jika kita menuntut pemerintah untuk memperbaiki sarana transportasi (jalan dan angkutan umum) tentu saja akan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Yang bisa kita lakukan adalah lebih menyempurniatkan niat kita…

Ya…niat bahwa mudik bukanlah sebuah tradisi yang harus kita lakukan rutin tahunan, tapi mudik adalah sebuah kesempurnaan ihtiar kita untuk

–         Bersilaturahmi dengan orang tua, dengan silaturahmi tsb inya allah kita akan mendapatkan barokah dan hidayah dari Allah SWT, semakin sulit kita dalam berihtiar makan insya allah barokah tsb akann kita dapatkan

–         Membuat senang orang orang yang kita cintai, kepenatan kita ketika membawa kendaraa selama puluhan jam dan terkena macet sepertinya hilang manakala kita bisa melihat istri kita bertemu dengan orang tanya, kakek dan nenek riang gembira bertemu dengan cucu cucunya

–         Bisa melakukan ziarah kubur ke pada keluarga kita yang sudah meninggal, biasanya tradisi kami setelah sholat ied, maka kami bersama sama akan ke ziarah kubur untuk mendoakan almarhum anggita keluarga kita, dengan demikian kita akan sering diingatkan kehidupan di akhirat sedangkan kedidupan di dunia ini hanya bersifat sementara (fana)

Kemacetan Saat Mudik di Pantura
                    Kemacetan Saat Mudik di Pantura

Mungkin hal di atas bisa menjadi renungan kita bersama, karena tahun tahun mendatang ihtiar mudik sepertinya akan semakin berat untuk dilakukan karena semakin bertambahnya mobil / motor / jumlah pemudik sementara sarana trasnportasi tidak bertambah.

Mungkin kita bisa menyempurnakan ihtiar seperti renungan saya di atas agar pada saat terjadi kemacetan kita masih bisa tersenyum bahagia, karena semakin keras dan sulit ihtiar kita insya allah barokah dan hidayah Allah SWT akan segera kita dapatkan, Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *